KEDUDUKAN SEORANG ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH UTAMA DALAM KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali)

Saifu, Robby El Baqy and H., Aminuddin Ihsan, M.A. (2016) KEDUDUKAN SEORANG ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH UTAMA DALAM KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali). skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
Saifu Robby El Baqy.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK SAIFU ROBBY EL BAQY, NIM: 12.21.2.1.034 “KEDUDUKAN SEORANG ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH UTAMA DALAM KELUARGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali)” Rumah tangga tak bisa dilepaskan dari kesadaran suami istri dalam memahami hak dan kewajiban masing-masing untuk mencapai suatu keharmonisan. Suami mempunyai kewajiban untuk memenuhi nafkah keluarga sedangkan istri mempunyai kewajiban utama mengatur rumah tangga dengan sebaik- baiknya. Dengan kewajiban istri untuk mengatur rumah tangga bukan berarti istri tidak boleh bekerja, karena Islam tidak melarang perempuan untuk belajar maupun bekerja selama wanita tersebut membutuhkan atau pekerjaan itu membutuhkannya dan dapat memelihara kehormatan diri. Fakta dimasyarakat menunjukkan bahwa tidak jarang seorang istri menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Fungsi suami sebagai pencari nafkah digantikan oleh istri, sehingga peran istri bukan hanya sebagai ibu rumah tangga namun juga sebagai pencari nafkah. Dengan bekerjanya istri maka kesempatan untuk mengurus keluarga menjadi terabaikan dan memberikan pengaruh terhadap kehidupan rumah tangga. Fenomena istri sebagai pencari nafkah utama dijumpai di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Istri sebagai pencari nafkah utama disebabkan karena suami kurang mampu mencukupi perekonomian keluarga. Dalam penelitian ini, pokok permasalahan yang difokuskan adalah faktor-faktor yang menyebabkan seorang istri menjadi pencari nafkah utama dan juga dampak yang ditimbulkan pada keluarga yang istrinya menjadi pencari nafkah utama. Penelitian ini merupakan Field Research atau penelitian lapangan yaitu penelitian yang di lakukan di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah enam keluarga yang istrinya berperan sebagai pencari nafkah utama. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yang mana penulis mendeskripsikan/menceritakan realita kasus keluarga yang istrinya sebagai pencari nafkah utama kemudian menganalisa pengaruhnya terhadap kehidupan rumah tangga dalam perspektif hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa istri sebagai pencari nafkah utama memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap kehidupan rumah tangga. Pengaruh positif istri sebagai pencari nafkah utama yaitu menjadikan perekonomian rumah tangga menjadi lebih baik. Pengaruh negatifnya, kewajiban sebagai ibu rumah tangga menjadi terabaikan di antaranya yaitu istri menjadi kurang taat terhadap suami, terpenuhi dan pekerjaan rumah tangga terabaikan. Dalam perspektif hukum Islam wajibnya memperhitungkan seberapa besar dan kepentingan ketika akan menghindarkan sesuatu yang dapat menimbulkan kerugian. ABSTRACT SAIFU ROBBY EL BAQY, NIM: 12.21.2.1.034 "STANDING AS A WIFE MAIN BREADWINNER PERSPECTIVE ISLAMIC LAW IN THE FAMILY (A Case Study in the village of Dibal, District Ngemplak, Boyolali)" Households can not be separated from the consciousness of the husband and wife in understanding the rights and obligations of each to achieve a harmony. Husband has a duty to meet the family income, while his wife have a primary obligation set up housekeeping with the best. With wife obligation to manage the household does not mean that the wife should not work, because Islam does not forbid women to learn and work for women in need or jobs that need it and can maintain self-respect. Facts show that the community is not uncommon wife became the breadwinner in the family. The function of the husband as breadwinner replaced by a wife, so his wife's role not only as a housewife but also as breadwinners. With wife workings of the opportunity to take care of the family to be neglected and give effect to domestic life. The phenomenon of the wife as the primary breadwinner was found in the village of Dibal, District Ngemplak, Boyolali. Wife as the main breadwinner due to the husband is less able to meet the family economy. In this study, the main issues are focused on the factors that cause a wife became the breadwinner and also the impact on her family breadwinners. This research is a field research Field Research or research that was conducted in the village of Dibal, District Ngemplak, Boyolali. Data collection techniques used in this research is by observation and interviews. Subjects were six families whose wife acts as the main breadwinner. This research is descriptive analysis where the authors describe / tell reality that his family cases as the main breadwinners then analyzes its influence on domestic life in the perspective of Islamic law. The results of this study indicate that the wife as the main breadwinner provide positive and negative influences on domestic life. The positive influence as the main breadwinner wives are making the household economy for the better. Negative influence, obligations as a housewife became neglected among them the wife to become less obedient to their husbands, are met and housework neglected. In the perspective of Islamic law is obligatory to take into account how big and interests when it will avoid anything that could cause harm.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x6 Sosial dan Budaya Islam
2x Islam > 2x6 Sosial dan Budaya Islam > 2x6.3 Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Ahwalus Syakhsiyyah
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 08 May 2017 02:09
Last Modified: 08 May 2017 02:09
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/492

Actions (login required)

View Item View Item