TRADISI MAGANG KAWIN MASYARAKAT SEDULUR SIKEP DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati)

Drs., Abdul Aziz, M,ag (2017) TRADISI MAGANG KAWIN MASYARAKAT SEDULUR SIKEP DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati). IAIN SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
LAPORAN_TRADISI MAGANG KAWIN_24-09-17.pdf

Download (828kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tradisi Magang Kawin Masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah yang peneliti tinjau dari perspektif Hukum Islam Permasalahan penelitian ini adalah: 1) Apa hakikat magang dalam proses perkawinan masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati?, 2) Bagaimana tata cara magang dalam proses perkawinan masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati?, 3) Bagaimana urgensi magang dalam proses perkawinan bagi masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati?, dan 4) Bagaimana magang kawin masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati menurut perspektif hukum Islam? Penelitian ini dikaji dengan pendekatan kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah studi kasus. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif analitis. Langkah-langkanya, pertama, data-data yang telah terkumpul diklasifiksi berdasarkan masalah yang dikaji. Kedua, data-data dikaji secara kualitatif dengan menggunakan metode induktif. Ketiga, berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data, penulis mengambil kesimpulan yang dilengkapi dengan saran-saran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: Pertama, hakikat magang dalam proses perkawinan masyarakat Sedulur Sikep Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati adalah sebuah proses di mana seorang calon suami dengan keinginannya sendiri atau dikirim oleh orang tuanya untuk menetap dan tinggal di rumah calon istri (dalam kurun waktu tertentu). Kedua, tata cara magang dalam proses perkawinan masyarakat Sedulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati adalah dimulai dengan orang tua laki-laki mendatangi keluarga gadis untuk menanyakan, apakah si gadis tersebut sudah ada yang meminang dengan cara melakukan “gunem atau rembugan” (musyawarah atau kesepakatan antar kedua belah pihak). Jika si gadis belum ada yang meminang maka orang tua lelaki menyatakan kehendaknya untuk meminang si gadis tersebut untuk anak laki-lakinya. Setelah peminangan diterima, kedua orang tua perempuan memperbolehkan anak laki-laki (calon suami) tinggal dan mengabdi di rumah si gadis (calon istri) atau dengan istilah lain “ngawulo”. Proses” ngawulo” tersebut dilakukan dengan tujuan supaya calon suami dan calon istri dapat “rukun”. Jika dalam waktu menunggu keduanya dapat rukun dan dapat saling mencintai yang ditandai dengan sudah dilaksanakannya hubungan badan, maka anak laki-laki akan bilang kepada orang tua perempuan itu bahwa anaknya sudah dapat dikawini. Kemudian orang tua calon istri akan mengumumkan kepada tetua di desa tersebut dan kerabatnya bahwa anaknya telah siap untuk melakukan pengesahan perkawinan. Ketiga, pentingnya adat magang dalam proses perkawinan bagi masyarakat Seulur Sikep di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati adalah sebagai penjajagan supaya keluarga dan calon istri lebih mengenal seluk beluk calon suaminya. Demikian pula sebaliknya agar pihak keluarga dan calon suami mengenal lebih dekat terhadap keluarga dan calon istrinya. Di samping itu, magang kawin

Item Type: Article
Subjects: 2x Islam > 2x0 Islam Umum
Divisions: Karya Dosen
Depositing User: dosen dosen
Date Deposited: 28 Feb 2019 03:25
Last Modified: 28 Feb 2019 03:25
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/3600

Actions (login required)

View Item View Item