POLIGAMI DAN HAK ASASI MANUSIA (Konsep Poligami Muhammad Syahrur dan Relevansinya dengan Penegakan Hak Asasi Manusia)

Drs., Abdul Aziz, M,ag and MASRUKHIN, MASRUKHIN and Ahmad, Hafidh, S.Ag., M.Ag. and H., Farkhan,M.Ag (2012) POLIGAMI DAN HAK ASASI MANUSIA (Konsep Poligami Muhammad Syahrur dan Relevansinya dengan Penegakan Hak Asasi Manusia). IAIN Surakarta.

[img] Text
POLIGAMI-HAM_PEN BERMUTU_REVISI_2.pdf

Download (679kB)

Abstract

Muhammad Syahrūr, salah seorang pemikir Islam kontemporer, sebagaimana kalangan tradisionalis membolehkan poligami. Bedanya, Syahrūr menetapkan sejumlah syarat yang cukup ketat. Menurut Syahrūr, ketentuan poligami sebagaimana termaktub dalam Alquran surat al-Nisa (4): 3 mempunyai ikatan yang erat antara dimensi kemanusiaan dan dimensi sosial. Oleh karena itu, menurut Syahrur, ajaran Islam tentang poligami, bukan sekedar hak atau keleluasaan seorang suami untuk beristeri lebih dari satu, akan tetapi yang lebih esensial dari itu adalah pemeliharaan anak-anak yatim. Permasalahannya adalah: pertama, apakah poligami itu bagi Syahrūr? Kedua, bagaimana metodologi hermeneutika hukum yang mendasari pemikiran Syahrūr sehingga sampai pada kesimpulan tentang konsep poligami yang berbeda dengan konsep poligami yang konvensional sebagaimana dipahami oleh kalangan tradisionalis? Sebagai sebuah kontrak sosial, poligami akan berhadapan secara langsung dengan para wanita dan anak-anak; baik dari isteri pertama, kedua, ketiga, atau keempat. Ini memunculkan pertanyaan ke tiga, bagaimana implikasi, konskuensi dan relevansi penerapan konsep poligami Syahrūr dengan hak asasi manusia? Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, baik yang primer maupun yang sekunder. Hasil telaahan dari dokumen-dokumen itu dicatat dalam komputer sebagai alat bantu pengumpulan data. Setelah proses pengumpulan data selesai, dilakukan proses reduksi (seleksi data) untuk mendapatkan informasi yang lebih terfokus pada rumusan persoalan yang ingin dijawab oleh penelitian ini. Setelah seleksi data (reduksi) usai, dilakukan proses diskripsi, yakni menyusun data itu menjadi sebuah teks naratif. Pada saat penyusunan data menjadi teks naratif ini, juga dilakukan analisis data dan dibangun teori-teori yang siap untuk diuji kembali kebenarannya, dengan tetap berpegang pada pendekatan hermeneutika hukum. Setelah proses diskripsi selesai, dilakukan proses penyimpulan. Konsep poligami yang digagas oleh Syahrūr mampu menengahi kontroversi tentang poligami antara kalangan tradisionalis dan kalangan feminis. Hal ini karena konsep poligami Syahrūr berbasiskan pada dua dimensi sekaligus, dimensi sosial dan dimensi kemanusiaan. Dua dimensi yang juga menjadi basis hak asasi manusia (HAM). Dengan demikian, konsep poligami Syahrūr relevan dengan semangat hak asasi manusia (HAM).

Item Type: Article
Subjects: 2x Islam > 2x4 Fikih
Divisions: Karya Dosen
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 21 Feb 2019 02:40
Last Modified: 21 Feb 2019 02:40
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/3253

Actions (login required)

View Item View Item