PEMBELAJARAN NAHWU MELALUI KITAB IMRITI PADA SISWI KELAS X DI MADRASAH ALIYAH SUNAN PANDANARAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018 ( Perspektif Kognitif Jean Piaget )

Ashoim, M. Mahbub and Dr. H., Imam Sukardi, MA, (2018) PEMBELAJARAN NAHWU MELALUI KITAB IMRITI PADA SISWI KELAS X DI MADRASAH ALIYAH SUNAN PANDANARAN SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018 ( Perspektif Kognitif Jean Piaget ). skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
M. MAHBUB ASHOIM.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui:1). Pelaksanaan Pembelajaran Nahwu melalui kitab Imrity 2). Pembelajaran Nahwu melalui kitab Imrity dilihat dari perspektif kognitif jean piaget . Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Tempat penelitian di MA Sunan Pandanaran Sleman Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru nahwu, siswi. Waktu penelitian: Januari-Maret 2018. Metode pengumpulan data: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Sedangkan untuk memperoleh keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Metode analisis data menggunakan data reduksi, data display, dan data verifikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukan hasil 1). Pelaksanaan Pembelajaran nahwu: bahan ajar guru menggunakan kitab Imrity, pembelajaran nahwu dimasing-masing kelas disesuaikan dengan bab nadzoman imrity, setiap awal pembelajaran nahwu siswa melafalkan nadzom imrity, guru menggunakan metode ceramah, metode deduktif, 2). Sedangkan pembelajaran nahwu melalui kitab Imrity dalam perspektif kognitif Jean Piaget antara lain: guru dalam menyampaikan materi nahwu sesuai tingkat intelegensi siswa yaitu memberi bimbingan, perhatian, pengorganisasian pembelajaran nahwu yaitu guru menyusun dan menyajikan materi nahwu dengan membuat catatan ringkas, guru memberikan skema untuk merangsang siswa mudah mempelajari nahwu. Pada awal pembelajaran guru memberikan asimilasi, pada pembelajaran inti guru mengakomodasi dengan menambah materi sehingga membantu siswa mengadakan perubahan skema, memperluas pengetahuan dan membentuk skema baru. Sedangkan pada akhir pembelajaran guru memberikan kesimpulan materi dengan mengaitkan materi sebelumnya melalui ekuilibrasi agar siswa dapat menyeimbangkan asimilasi dan akomodasi pengetahuan, skema, dan persepsi baru, pengetahuan dasar siswa tentang nahwu dapat membantu guru menyampaikan materi sesuai kemampuan kognitif siswa. Sedangkan pada tahap operasional formal pada pembelajaran nahwu kelas X, guru menggunakan cara berpikir abstrak reflektif yaitu menalar struktur gramatikal kemudian pada inti pembelajaran menggunakan deduktif hipotesis sehingga siswa mampu menerapkan kaidah nahwu. Kata kunci : Pembelajaran Nahwu, Imrity, Kognitif.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya > 2x7.3 Pendidikan Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 25 Feb 2019 01:35
Last Modified: 25 Feb 2019 01:35
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/3246

Actions (login required)

View Item View Item