JAMINAN DALAM AKAD MURABAHAH DI BMT YAQAWIYYU JATINOM KLATEN TAHUN 2017 (Prespektif Fatwa DSN-MUI No. 4 Tahun 2000 Dan Pasal 127 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah)

NINGSIH, TRI WAHYU and Sidik, S.Ag., M.Ag (2018) JAMINAN DALAM AKAD MURABAHAH DI BMT YAQAWIYYU JATINOM KLATEN TAHUN 2017 (Prespektif Fatwa DSN-MUI No. 4 Tahun 2000 Dan Pasal 127 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah). skripsi thesis, IAIN SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
TRI WAHYU NINGSIH.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Tri Wahyu Ningsih, NIM: 142111002, JAMINAN DALAM AKAD MURA>BAH}AH DI BMT YAQAWIYYU JATINOM KLATEN TAHUN 2017 (Prespektif Fatwa DSN-MUI No. 4 Tahun 2000 Dan Pasal 127 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah) Jamian merupakan hal yang paling diutamakan untuk mendapatkan keyakinan bagi pihak BMT atas dana yang disalurkan dalam bentuk pembiayaan. Dengan tujuan apabila terjadi kemacetan maka jaminan atau agunan tersebut dapat dijadikan penyelamatan untuk kelancaran usaha BMT tersebut. Karena jumlah dana yang akan diluncurkan kepada nasabah (calon debitur) oleh pihak pembiayaan (BMT) tergantung pada nilai agunan itu sendiri. Jaminan dalam akad mura>bah}ah ini akan ditinjau dengan prespektif Fatwa DSN-MUI dan Kompilasi hukum ekonomi syariah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian praktik jaminan dalam akad murabahah di BMT Yaqawiyyu Jatinom Klaten sudah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor : 04/DSN- MUI/IV/2000 tentang mura>bah}ahdan pasal 127 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.Mura>bah}ah merupakan Jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Penjual harus memberi tahu harga pokok yang ia beli dan menentukan suatu tingkat dan keuntungan sebagai tambahannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu peneliti terjun langsung ke lokasi untuk memperoleh data dari lapangan yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa BMT Yaqawiyyu Jatinom sudah sesuai dengan Fatwa DSN- MUI No. 4 Tahun 2000 dan Pasal 127 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, bahwa BMT sudah menetapkan adanya jaminan kepada nasabah terkait pembiayaan. Ketidaksesuaian BMT Yaqawiyyu Jatinom terkait dengan Fatwa DSN-MUI No. 4 Tahun 2000 dan Pasal 127 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah BMT Yaqawiyyu jatinom bahwa jaminan itu diterima bukan untuk agar nasabah serius dengan pesananya namun BMT Yaqawiyyu Jatinom lebih mementingkan untuk memperkecil risiko yang harus ditanggung bank dengan adanya jaminan tersebut. Kata Kunci: Jaminan, Mura>bah}ah,Perspektif, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x4 Fikih
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah Muamalah
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 20 Feb 2019 01:48
Last Modified: 20 Feb 2019 01:48
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/3116

Actions (login required)

View Item View Item