DIMENSI TEOLOGIS DALAM TRADISI RASULAN DI DUSUN KROPAK DESA CANDIREJO KECAMATAN SEMANU KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Kinanthi, Kidung and Sukardi, Imam (2018) DIMENSI TEOLOGIS DALAM TRADISI RASULAN DI DUSUN KROPAK DESA CANDIREJO KECAMATAN SEMANU KABUPATEN GUNUNGKIDUL. skripsi thesis, Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

[img]
Preview
Text
KIDUNG KINANTHI.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

KIDUNG KINANTHI, Dimensi Teologis dalam Tradisi Rasulan di Dusun Kropak Desa Candirejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul. Tradisi Rasulan yang ada dalam masyarakat Dusun Kropak merupakan sebuah acara bersih desa yang diadakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada hari jumat legi. Tradisi ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat yang diberikan, mulai dari kesejahteraan hidup yang dicapai, hasil pertanian yang melimpah dan terhindarnya warga masyarakat setempat dari marabahaya. Maka dari itu setiap diseleggarakannya tradisi Rasulan selalu dilaksanakan upacara-upacara keagamaan seperti upacara buka jalan (uluk salam) dan kenduri atau doa bersama. Penelitian ini lebih difokuskan pada Dimensi Teologis dalam Tradisi Rasulan di Dusun Kropak Desa Candirejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul dengan rumusan masalah sebagai berikut: bagaimana makna simbolik ubarampe yang ada dalam tradisi Rasulan di Dusun Kropak Desa Candirejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul? dan dimensi teologis apa saja yang ada dalam tradisi Rasulan di Dusun Kropak Desa Candirejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul? Penelitian ini bersifat lapangan (field research). Teori yang digunakan adalah teori E. B Taylor yaitu, tentang kepercayaan manusia yang pada mulanya sangat sederhana dan menuju pada tingkatan yang lebih tinggi sesuai dengan perkembangan kemajuan peradaban, serta didukung dengan teori simbol. Sumber primernya yaitu pelaksanaan tradisi Rasulan itu sendiri. Sementara sumber sekundernya diambil dari buku-buku serta materi yang ada kaitannya dengan objek material dan formal penelitian ini. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa setiap ubarampe mempunyai makna simbolik, seperti gunungan yang melambangkan hubungan manusia Tuhan, ingkung yang melambangakn sikap manusia yang selalu njungkung (bersujud) kepada Tuhan, tumpeng yang melambangkan hubungan antar manusia dengan Tuhan, alam dan sesama manusia, kembang, kemenyan dan dupa yang melambangkan keharuman berkah dari para leluhur, janur yang melambangkan tolak balak atau penangkal dari perangai yang buruk, serta do’a - do’a yang dibacakan melambangkan permohonan kepada Tuhan supaya di dalam menjalankan kehidpan manusia selalu diberikan rizki dan keselamatan. Sedangkan dimensi teologis yang ada dalam tradisi Rasulan di Dusun Kropak yaitu berupa dimensi animistis dan monoteistis. Kata Kunci : Tradisi, Rasulan, ubarampe dan dimensi teologis

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya > 2x7.1 Ushuludin dan Pemikiran Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Aqidah Filsafat
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 10 Dec 2018 02:17
Last Modified: 10 Dec 2018 02:17
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2019

Actions (login required)

View Item View Item