MAKNA ḤASANAH DAN ṢᾹLIḤ DALAM AL-QURAN (Kajian Semantik Al-Qur’an)

Asriah, Asriah and Islah, Islah (2017) MAKNA ḤASANAH DAN ṢᾹLIḤ DALAM AL-QURAN (Kajian Semantik Al-Qur’an). skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
asriah.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian dalam skripsi ini berawal dari sebuah problem yang disebut sebagai problem semantik, yaitu sebuah problem yang senantiasa melekat pada manusia dalam rangka memahami al-Qur’an sebagai teks yang tidak terlepas dari bingkai linguistik. Salah satu cara untuk memahami teks linguistik itu, maka semantik adalah jalan yang tepat di tempuh. Dengan sudut pandang semantik, kata-kata dalam al-Qur’an itu sebenarnya menyimpan sejumlah rahasia yang rumit sehingga banyak menimbulkan perbedaan pemaknaan. Adapun pertanyaan yang diajukan adalah apa makna kata ḥasanah dan ṣāliḥ di dalam al-Qur’an dan bagaimana hubungan kata ḥasanah dan ṣāliḥ di dalam al-Qur’an. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian ini memanfaatkan konsep yang mencari asal-usul makna kata baik dengan bantuan kitab-kitab tafsir atau kamus-kamus yang menjelaskan kedua kata tersebut, kemudian menganalisis bagaimana perubahan kata tersebut ketika oleh al-Qur’an sampai pada pandangan dunia al-Qur’an terhadap kedua kata tersebut serta perbedaan masing-masing. Dalam kerangka memahami makna kata ḥasanah dan ṣāliḥ dengan pendekatan linguistik, diperlukan suatu proses yang tidak sederhana. Oleh sebab itu, diperlukan semantik sebagai metode kajiannya. Sulit bagi orang menelusuri makna kata ḥasanah dan ṣāliḥ yang terdapat disekitar kedua kata tersebut dalam struktur Qur’ani tanpa bekal kesadaran akan pentingnya linguistik sebagai alat untuk memahami. Dilihat dari sudut semantik, ḥasanah dan ṣāliḥ masing-masing merupakan ”konstelasi asosiasi-asosiasi” yang perlu dicari pemecahan semantiknya. Hasil penelitian ini adalah makna dasar dari kata ḥasanah adalah jamĩl. Sedangkan makna relasional dilihat dari analisis sintagmatik terdapat lafal ĩmān, taqwā dan jannah. Sedangkan dari analisis paradigmatik terdapat lafal birr, jamĩl, maḥmadah dan ma’ruf (sinonim), ażā, sayyi’ah dan syarr (antonim). weltanschauung dari kata ḥasanah, bahwasanya kebaikan tidak hanya x menggambarkan bagaimana hubungan antar manusia dan sesama akan tetapi kebaikan dalam al-Qur’an ataupun kebaikan pada masa kini hakikatnya merupakan wujud iman, taqwa dan ketundukan hamba terhadap Allah Swt. Makna dasar kata ṣāliḥ adalah muwāfiq. Sedangkan makna relasional dilihat dari analisis sintagmatik terdapat lafal ĩmān, taubat dan jannah. Sedangkan dari analisis paradigmatik terdapat lafal birr, taqwa dan ḥasan (sinonim), affāk, sayyi’ah, khāin dan fasad (antonim). weltanschauung dari kata ṣāliḥ juga merupakan wujud ketundukan seorang hamba terhadap Allah Swt. Kemudian hubungan antara kata ḥasanah dan ṣāliḥ, dalam al-Qur’an dua kata tersebut saling terkait satu sama lain, sehingga peneliti mengambil kata taqwa> dan birr sebagai titik temu dan mata rantai pengikat dalam dua kata tersebut. Sedangkan letak perbedaannya kata ḥasanah dan ṣāliḥ bisa dilihat dari subyek dan obyek sasaran dari keduanya.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Tafsir Hadist
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 10 Dec 2018 01:46
Last Modified: 10 Dec 2018 01:46
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/1927

Actions (login required)

View Item View Item