“KONSEP TRIKON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL”

Sari, Dian Ratna and Faishol, Abd. (2018) “KONSEP TRIKON KI HAJAR DEWANTARA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL”. skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
Diah Ratna Sari.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dian Ratna Sari, 2018,Konsep Trikon Ki Hajar Dewantara Dalam Perspektif Pendidikan Multikultural. Skripsi: Progam Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Surakarta. Pembimbing: Drs. Abd. Faishol, M. Hum. Kata Kunci: Konsep Trikon Ki Hajar Dewantara dan Pendidikan Multikultural Permasalahan penelitian ini yaitukita terperangkap dalam kesibukan dunia. kita pandai di bidang IPTEK tetapi kita lemah di bidang moral. Bahkan moral tak sebanding dengan kemampuan IPTEK yang kita miliki.Kebudayaan manusia telah memberikan manusia dengan sejumlah kemampuan untuk menghadapi perubahan-perubahan sekitarnya, baik perubahan alamiah, perubahan dunia idea, maupun perubahan sosial budaya lainnya. Itulah ilmu pengetahuan yang telah dikumpulkan dan dikembangkan di dalam kebudayaan umat manusia.Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah bagaimana konsep trikon Ki Hajar Dewantara dalam perspektif pendidikan multikultural. Dan untuk menjawab rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana analisis pentingnya pendidikan multikulturalisme dengan teori Trikon Ki Hajar Dewantara terhadap keyakinan yang merasa hebat dan benar serta usaha untuk mengurangi tindakan kekerasan dari budaya barat. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang berfokus pada referensi buku dan sumber-sumber yang relevan. Pencarian data dicari dengan jenis penelitian library researchdan pendekatan kualitatif literatur yaitu suatu penelitian kepustakaan murni, menggunakan metode dokumentasi yang mencari data mengenai hal-hal atau variable-variable yang berupa catatan seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen harian, catatan rapat, jurnal dan sebagainya. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan adalah untuk menghadapi keberagaman budaya dengan bangsa asing, maka perlu menerapkan konsep “Trikon” Ki Hajar Dewantara, antara lain: Kontinuitet, Konvergensi dan Konsentrisitas. Kontinuitet kesinambungan antara orang tua dan anak dalam meletakkan dasar utama nilai-nilai dan budaya Islam dalam keluarga sangat tergantung pada orang tua. Konvergensiantara suku dengan yang lain dan tidak ada pula perbedaan pada nilai kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan, karena semua diciptakan dari seorang laki-laki dan perempuan. Konsentrisitas pembinaan ilmu dibina oleh Barat dengan ilmu dibina oleh Islam kita bisa mengambil nilai positif dari kedua nilai tersebut dan janganlah kehilangan kepribadian bangsa Indonesia. Ketiga konsep tersebut merupakan strategi untuk mempertahankan, menjaga kepribadian karakter budaya bangsa yang mulai mengalami konvergensi dengan budaya luar, sehingga budaya luar tersebut tidak lantas menghilangkan karakter budaya sendiri, tapi mampu mengambil kesempatan untuk lebih bahkan mendominasi budaya luar saat ini.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya > 2x7.3 Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 04 Dec 2018 05:26
Last Modified: 04 Dec 2018 05:26
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/1845

Actions (login required)

View Item View Item