DISPENSASI PERKAWINAN ANAK DIBAWAH UMUR AKIBAT PERZINAAN (STUDI KASUS PERKARA NOMOR 0104/Pdt. P/2016/PA.Skh PENGADILAN AGAMA SUKOHARJO)

Nur, Rachmayanti and Muh., Zumar Aminuddin, S.Ag.,M.H (2017) DISPENSASI PERKAWINAN ANAK DIBAWAH UMUR AKIBAT PERZINAAN (STUDI KASUS PERKARA NOMOR 0104/Pdt. P/2016/PA.Skh PENGADILAN AGAMA SUKOHARJO). skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL TEKS.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Kata kunci: Dispensasi perkawinan di Pengadilan Agama Sukoharjo Dispensasi nikah adalah suatu kemudahan atau keringanan bagi calon mempelai laki-laki maupun calon mempelai perempuan yang masih di bawah umur dan belum diperbolehkan untuk menikah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kecuali suatu tindakan yang berdasarkan hukum dinyatakan bahwa suatu peraturan perundang-undangan tidak berlaku untuk suatu hal yang khusus. Penelitian ini merupakan upaya mengetahui penetapan tentang permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Sukoharjo pada tahun 2016. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1) Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam menerima perkara tentang dispensasi nikah dalam Penetapan Nomor 0104/Pdt.P/2016/PA.Skh?, (2) Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap dispensasi nikah dalam Penetapan Nomor 0104/Pdt.P/2016/PA.Skh?. Metode Penelitian ini bersifat penelitian lapangan (Field Research)sumber primernya dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Dalam menganalisis data penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif Berdasarkan hasil penelitian Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Sukoharjo pada Penetapan Nomor 0104/Pdt.P/2016/PA.Skh. perkawinan dibawah umur yang disebabkan bahwa calon suami-istri telah berhubungan akrab dan menjalin cinta serta sering melakukan hubungan bersetubuh. Hubungan ini bila tidak segera dilanjutkan dengan pernikahan dikhawatirkan bisa terjadi hal-hal yang melanggar hukum dan norma kesusilaan. Sedangkan mengenai pertimbangan hakim dalam memberikan penetapan dispensasi nikah ini, dari berbagai pertimbangan didapat dari persidangan yaitu calon suami telah sepakat untuk menikah atas dasar suka sama suka, sama-sama bertanggung jawab untuk menjadi suami-istri yang baik, dan calon suami-istri tidak ada larangan atau sebab untuk melangsungkan pernikahan. Majelis hakim kemudian menggunakan konsep mashlah mursalah karena ketentuan pembatasan umur dan dispensasi nikah tidak di jelaskan di dalam nash, tetapi kandungan maslahatnya sejalan dengan tindakan syara yang ingin mewujudkan kemaslahatan bagi manusia (kedua calon mempelai beserta keluarga). Tinjauan Hukum Islam terhadap dispensasi nikah perkara nomor 0104/Pdt.P/2016/PA.Skh. tidak terdapat kaidah-kaidah yang sifatnya menetukan batasan umur perkawinan. Jadi berdasarkan hukum Islam pada dasarnya semua tingkatan umur dapat melakukan ikatan perkawinan. Tidak adanya ketentuan agama tentang maksimal dan minimal untuk melakukan perkawinan. xviii ABSTRACT Keyword: Dispensation of marriage in Sukoharjo. Religious Court This research is an effort to know the determination of marriage dispensation application in Sukoharjo Religious Court in 2016. The main questions that want to be answered through this research are (1) How to base the judge's consideration in accepting the case of marriage dispensation in Determination Number 0104 / Pdt.P / 2016 /PA.Skh ?, (2) How is the review of Islamic Law against the marriage dispensation in Determination Number 0104 / Pdt.P / 2016 / PA.Skh ?. To answer that question, this research uses normative law research. This research has the purpose of knowing what judgments the judge uses in determining the case and the basis of judges in deciding cases and knowing Islamic law in the case of marriage dispensation. Based on the result of research of marriage dispensation in Sukoharjo Religious Court on Determination Number 0104 / Pdt.P / 2016 / PA.Skh. Underage marriage due to the prospective husband and wife have a close relationship and establish love and often make intercourse. This relationship if not immediately followed by marriage is feared bias happened things that violate the law and the norm of decency. As for the judges' consideration in providing this dispensation of marriage, from the various considerations obtained from the yaitucalon trial the husband has agreed to marry on the basis of likes, are equally responsible for a good husband and wife, and prospective husband and wife no ban Or a cause for marriage. The judges then use the concept of mashlah mursalah because the provisions of age restriction and marriage dispensation are not described in the texts, but the maslahat content is in line with the actions of syara who want to realize the benefit for humankind (both bride and groom candidates)

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 360 Social services; association
300 Ilmu Sosial > 360 Social services; association > 363 Other social problems and services
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah Muamalah
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 28 Sep 2017 02:12
Last Modified: 28 Sep 2017 02:12
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/804

Actions (login required)

View Item View Item