RESPONS CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA TERHADAP METODOLOGI STUDI AL-QUR’AN NASHR HÂMID ABÛ ZAID

Mutimmatun, Nadhifah and Dr., Islah Gusmian, M.Ag and Drs. H., Moh Abdul Kholiq Hasan, MA, M. Ed (2017) RESPONS CENDEKIAWAN MUSLIM INDONESIA TERHADAP METODOLOGI STUDI AL-QUR’AN NASHR HÂMID ABÛ ZAID. skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
Mutimmatun.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji respons cendekiawan Muslim Indonesia terhadap metodologi studi al-Qur’an Nashr Hâmid Abû Zaid. Penelitian ini dianggap penting karena tanggapan yang berkembang di Indonesia telah membentuk pola metodologi sendiri. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan prinsip- prinsip dasar metodologi studi al-Qur’an Abû Zaid dan memetakan keragaman respons cendekiawan Muslim Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Sosiologi pengetahuan Mannheim ingin membaca secara historis-sosiologis sebuah pengetahuan dihasilkan. Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan mengkaji buku sebagai sumber utama dan jurnal sebagai sumber sekunder dan beberapa buku terkait sebagai referensi pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Metodologi studi al-Qur’an Abû Zaid adalah pengembangan dari filsafat bahasa yang muncul di Eropa dan berkembang di Mesir pada masa itu. Melalui metode sastra dan filsafat bahasa, Abû Zaid menghendaki teks dikaji dari realitas empirisnya untuk mengungkap makna dibalik teks bukan sebaliknya teks dikaji dari Allah (qâil al-nash). Menurutnya, metode ini adalah metode paling memadai dalam studi al-Qur’an sekaligus metode untuk paling tepat untuk menghilangkan subjektivitas dalam penafsiran dan pembacaan tendensius. Sedang, konsep “yang tak terkataka” adalah metode yang digunakan dalam penafsiran al-Qur’an. Melalui metodologi ini Abû Zaid ingin menjelaskan al-Qur’an dari aspek internal dan eksternal teks. Di Indonesia, dua metodologi ini direspons oleh cendekiawan Muslim. Ada tiga model tanggapan yang berkembang di Indonesia terhadap metodologi Abû Zaid yaitu: reaktif-ideologis, kritis-apologetis, dan kritis-epistimologis. Kata Kunci: metodologi studi al-Qur’an, Nashr Hâmid Abû Zaid, cendekiawan muslim Indonesia.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x6 Sosial dan Budaya Islam
2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya
2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya > 2x7.2 Dakwah Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Tafsir Hadist
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 27 Apr 2017 03:47
Last Modified: 27 Apr 2017 03:47
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/446

Actions (login required)

View Item View Item