PEMIKIRAN HUMANISME ISLAM JAWA KI AGENG SURYOMENTARAM DALAM BUKU KAWRUH JIWA

Ahkamu, Rohman and Dr., Nurisman M.Ag and Dra. Hj., Siti Nurlaili M, M.Hum (2016) PEMIKIRAN HUMANISME ISLAM JAWA KI AGENG SURYOMENTARAM DALAM BUKU KAWRUH JIWA. skripsi thesis, IAIN SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Ahkamu Rohman.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK AHKAMU ROHMAN. Ki Ageng Suryomentaran adalah salah satu jenius lokal dari Jawa yang memiliki pehatian terhadap masalah kemanusiaan yang menjadikan laku sepiritual sebagai pokok kajiannya. Kompleksitas pemikirannya, dalam penelitian ini memilih difokuskan terhadap permasalahan kemanusiaan, melihat realita kemanusiaan zaman sekarang yang semakin pudar dan lunturnya spirit pemahaman tentang manusia. Hal ini tercermin banyaknya pembunuhan, penyiksaan yang sangat tidak mencerminkan hakikat kemanusiaan. Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana dimensi humanisme Ki Ageng Suryomentaram dalam laku sepiritualnya dalam buku Kawruh Jiwa?. Masalah ini dirinci menjadi dua sub masalah: (1) Bagaimana Genealogi Humanisme Ki Ageng Suryomentaram?. (2) Bagaimana karakteristik humanisme Ki Ageng Suryomentaram?. Penelitian bersifat kepustakaan. Sumber primer diambil dari buku Kawruh Jiwa. Buku ini merupakan hasil dari wejangan-wejangan Ki Ageng Suryomentaram. Sumber yang kedua Ajaran-ajaran Ki Ageng Suryomentaram yang ditulis oleh muridnya yaitu Ki Otto. Data sekunder diambil dari sejumlah data kepustakaan yang ada relevannya dengan judul penelitian di atas. Analisis data, menggunakan pendekatan Deskriptif, kesinambungan historis, Verstehen. Penelitan menyimpulkan bahwa pemikiran Genealogi Humanisme Ki Ageng Suryomentaram lahir sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap keadaan feudalis yang sangat terasa di dalam lingkungan Keraton, kehidupan keratin yang serba Selamuran (kamuflase) sehingga muncul konflik di dalam batinnya. Hidup sebagai keluarga raja Ki Ageng Suryomentaram hidup dengan serba kecukupan, namun dengan kehidupan yang serba berkecukupan Ki Ageng merasa tidak puas selama hidupnya, karena hanya melihat kehidupan para abdi dalem yang menurutnya tidak manusiawi. Banyaknya goncangan batin yang dirasakannya pada saat itu, yang merasa ada yang kurang di dalam jiwanya yang tidak pernah merasa nyaman (ayem). Karakteristik humanisme Ki Ageng Suryomentaram terletak ketika menjadikan rasa manusia sebagai pusat pengkajiannya prinsipnya dengan memahami rasa sendiri maka akan mengetahui rasa orang lain. Dengan bertransformasi Jiwa dari jiwa ukuran kesatu yaitu Juru catat, kemudian jiwa ukuran kedua yaitu catatan, lalu menuju jiwa ukuran ketiga yaitu Kramadangsa, dan tingkatan jiwa yang terakhir yaitu jiwa ukuran keempat manungsa tanpa tenger (manusia tanpa ciri). Jiwa ukuran keempat adalah puncak humanisme Ki Ageng Suryomentaram, karena pada tingkatan jiwa ini manusia memandang bahwa semua manusia adalah sama. Manusia dengan jiwa tingkatan ini akan mempunyai prinsip hidup ora ana kepenak liyane ngepenaake tanggane (tidak ada kebahagiaan selain membahagiakan sesama manusia). Kata kunci: Humanisme, rasa, jiwa.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 101 Theory of philosophy
2x Islam > 2x6 Sosial dan Budaya Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Aqidah Filsafat
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 26 Apr 2017 05:21
Last Modified: 26 Apr 2017 05:21
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/419

Actions (login required)

View Item View Item