KETUHANAN DALAM AJARAN SAPTA DARMA (Studi Penganut Ajaran Sapta Darma di Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar)

Tri, Wibowo and Drs., Yusup Rohmadi, M.Hum and Dra. Hj., Siti Nurlaili M, M.Hum (2016) KETUHANAN DALAM AJARAN SAPTA DARMA (Studi Penganut Ajaran Sapta Darma di Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar). skripsi thesis, IAIN SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Tri Wibowo.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul ketuhanan dalam ajaran Sapta Darma (Studi Penganut Ajaran Sapta Darma di Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar). Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki agama yang beragam. Keberagaman keagamaan ini terlihat dari pancasila sila kesatu, yaitu; “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sebab, Ketuhanan Yang Maha Esa yang memberi dasar bagi keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Mempercayai Tuhan Yang Esa bukan saja di akui oleh agama-agama resmi di Indonesia. Aliran kepercayaan Jawa, seperti Sapta Darma juga diakui keberadaannya di Indonesia. Aliran Sapta Darma ini memiliki konsep ketuhanan dan tata peribadatan yang tidak semua masyarakat Indonesia mengetahuinya. Sehingga terjadi kesalah pahaman antara masyarakat Indonesia tentang memaknai keberagaman keagamaan ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsep ketuhanan menurut aliran kepercayaan Sapta Darma dan mengetahui penganut kepercayaan Sapta Darma di desa Jatikuwung mendekatkan diri kepada Tuhannya. Persoalan yang menjadi titik fokus penelitian ini adalah Bagaimana konsep Tuhan menurut aliran kepercayaan Sapta Darma? Bagaimana para penganut kepercayaan Sapta Darma di desa Jatikuwung mendekatkan diri kepada Tuhannya? Penelitian ini menggunakan metode diskriptif, interprestasi, dan versterhen. Metode diskriptif adalah suatu metode dalam meneliti suatu objek, baik berupa nilai-nilai budaya manusia, sistem pemikiran filsafat, niai-nilai etika, nilai karya seni atau objek lainya. Interprestasi dalam penelitian ini merupakan analisis untuk mencapai pemahaman benar mengenai ekspresi manusiawi yang dipelajari. Metode versterhen untuk mengetahui pengalaman orang lain lewat suatu tiruan pengalaman sendiri. Hasil penelitian adalah: 1) Konsep ketuhanan aliran Sapta Darma adalah monoteistik. Karena, Aliran Sapta Darma merupakan aliran yang mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Menurut aliran Sapta Darma, Allah yang juga disebut Yang Maha Kuasa atau Allah atau Sang Hyang Widi ialah zat mutlak yang Tunggal, pangkal segala sesuatu, serta pencipta segala yang terjadi. 2) Tata peribadatan penganut Sapta Darma yaitu dengan jalan sujud. Dalam melakukan sujud yang sempurna, maka tahap pertama yang dilakukan adalah mbolong nur roso atau membuat jalane nur roso. Yaitu, membuka pintuk akses energi illahi dengan energi manusia itu sendiri. Setelah pintu akses di bukak, mereka dapat berhubungan dengan Allah secara langsung baik melalui ibadah sujud maupun racut. Key word: ketuhanan, sapta darma, tata peribadatan

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 101 Theory of philosophy
100 Filsafat dan Psikologi > 108 Kinds of persons in philosophy
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Aqidah Filsafat
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 26 Apr 2017 05:21
Last Modified: 26 Apr 2017 05:21
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/417

Actions (login required)

View Item View Item