EPISTEMOLOGI FIKIH SEKSUAL (Studi Komparatif antara Fikih Klasik dan Kontemporer)

Drs., Abdul Aziz, M,ag (2015) EPISTEMOLOGI FIKIH SEKSUAL (Studi Komparatif antara Fikih Klasik dan Kontemporer). IAIN Surakarta.

[img] Text
EPISTEMOLOGI FIKIH SEKSUAL_LAP_3_12-08-15.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kata Kunci : Epistemologi, fikih, seksual, klasik dan kontemporer Penelitian ini membahas tentang epistemologi fikih seksual yang dikaji secara komparatif antara pemikiran-pemikiran fikih klasik dan kontemporer. Tujuannya untuk menemukan hubungan antara pemikiran-pemikiran fikih klasik dan kontemporer terkait subyek epistemologi fikih seksual. Permasalahan pokok penelitian ini adalah tentang bagaimana hubungan antara fikih klasik dan kontemporer tentang epistemologi fikih seksual. Permasalahan pokok ini dirinci ke dalam tiga pertanyaan: 1) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan epistemologi fikih seksual dari fikih klasik ke kontemporer?; 2) Apa yang melatarbelakangi perbedaan antara fikih klasik dan kontemporer dalam epistemologi fikih seksual?; 3) Ditinjau dari aspek maqāsid al-syari„ (tujuan syariat) epistemologi fikih seksual yang manakah yang paling mendekatinya di antara fikih klasik dan kontemporer? Bentuk penelitian ini adalah kepustakaan. Oleh karena itu, data penelitian dikumpulkan melalui pembacaan dan kajian teks kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif analitis. Langkah-langkanya, pertama, data-data yang telah terkumpul diklasifiksi berdasarkan masalah yang dikaji. Kedua, data-data dikaji secara kualitatif dengan menggunakan metode komparatif, untuk mengetahui kausalitas, persamaan dan perbedaan antara fikih klasik dan kontemporer tentang epistemologi fikih seksual. Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan epistemologi fikih seksual dari fikih klasik ke kontemporer adalah karena: perubahan sosial, jaman dan letak geografis; 2) Hal yang melatar belakangi perbedaan antara fikih klasik dan kontemporer dalam epistemologi fikih seksual adalah metodologi istinbaṭ hukum; 3) Ditinjau dari aspek maqāsid al-syari„ (tujuan syariat), epistemologi fikih seksual yang paling mendekatinya adalah epistemologi fikih seksual kontemporer. Sesuai dengan kesimpulan tersebut, peneliti menyarankan hendaknya para ahli fikih di masa ini bersikap responsif dan apresiatif dalam menanggapi dinamika fikih. Hal ini tidak saja lantaran karakter fikih itu sendiri bersifat dinamis, akan tetapi lebih dari itu, perkembangan sosial di manapun selalu lebih cepat dibanding dengan perkembangan fikih.

Item Type: Article
Subjects: 2x Islam > 2x4 Fikih
Divisions: Karya Dosen
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 21 Feb 2019 02:40
Last Modified: 21 Feb 2019 02:40
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/3250

Actions (login required)

View Item View Item