INTERAKSI SOSIAL ANTARA KEPALA SEKOLAH DAN GURU DI SMK MUHAMMADIYAH 2 NGAWI TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018

Supriyanto, Supriyanto and Dr., Moh. Bisri, M.Pd., (2018) INTERAKSI SOSIAL ANTARA KEPALA SEKOLAH DAN GURU DI SMK MUHAMMADIYAH 2 NGAWI TAHUN PELAJARAN 2017/ 2018. skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
SUPRIYANTO.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) interaksi sosial yang terjadi antara kepala sekolah dan guru, 2) faktor pendukung dan penghambat interaksi sosial antara kepala sekolah dan guru, 3) solusi terhadap problematika interaksi sosial antara kepala sekolah dan guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Ngawi tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif, yang bertempat di SMK Muhammadiyah 2 Ngawi dilaksanakan mulai Januari sampai Maret 2018.Subyek dari penelitian ini adalah Kepala SMK Muhammadiyah 2 Ngawi, sedangkan informan adalah wakil kepala sekolah dan guru SMK Muhammadiyah 2 Ngawi. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data dengan model interaktif yang dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) interaksi sosial yang terjadi kepala sekolah tidak dapat hadir penuh waktu di sekolah, namun kebijakan apapun tetapbertumpu pada beliau, kepala sekolah menanamkan rasa memiliki dan kebersamaan pada seluruh warga sekolah, membangun jaringan dengan birokrat baik dinas pendidikan maupun non-pendidikan, 2) faktor pendukung dalam interaksi sosial kepala sekolah dan guru adalah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mayoritas berusia muda yang memiliki pemikiran relative lebih terbuka, sementara faktor penghambatnya adalah tidak semua guru berani menyampaikan ide karena takut menjadi kambing hitam jika terjadi kesalahan, misskomunikasi antara kepala sekolah dengan bendahara, terdapat dua kubu dalam sekolah. 3) Solusi dalam mengatasi hambatan adalah kepala sekolah memanfaatkan waktu ketika di sekolah dengan memaksimalkan komunikasi proaktif dengan semua warga sekolah, meminta wakil kepala membuat tim kabinet untuk menggali ide dan gagasan dari bawah, mengadakan pembinaan dan evaluasi dalam rapat dinas rutin per bulan dan wajib diikuti oleh semua guru dan karyawan, membangkitkan sense of belonging (rasa memiliki) dan sense of togetherness (rasa kebersamaan). Kata Kunci: Interaksi Sosial

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x7 Filsafat dan Perkembangannya > 2x7.3 Pendidikan Islam
Divisions: Program Pascasarjana > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 20 Feb 2019 01:52
Last Modified: 20 Feb 2019 01:52
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/3217

Actions (login required)

View Item View Item