TAFSIR AL-QURAN PESANTREN DALAM KONSTELASI SOSIAL, POLITIK, DAN BUDAYA NUSANTARA

GUSMIAN, ISLAH (2017) TAFSIR AL-QURAN PESANTREN DALAM KONSTELASI SOSIAL, POLITIK, DAN BUDAYA NUSANTARA. IAIN SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Penelitian_Tafsir Al-Iklil_2017.pdf

Download (282kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang praktik penafsiran Al-Qur’an yang dilakukan oleh K.H. Misbah Mustafa dalam Tafsir Al-Iklil fi Ma’ani al-Tanzil dalam Konstelasi Sosial, Politik, dan Budaya Nusantara. Tafsir ini dipilih karena sebagai salah satu tafsir Pesantren. Kajian ini penting dilakukan, karena sebagai kiai pesantren, dalam praktik penafsiran Al-Qur’an kiai Misbah tidak sekadar memahami teks dengan segala problematika gramatikalnya, tetapi juga membaca realitas terjadi di Indonesia. Isu tentang hukum bunga bank, pemakaian toa dalam beribadah, perilaku kaum tarekat, program keluarga berencana, dan beragam perilaku keagamaan umat Islam dikontestasikan dikontestasikan kiai Misbah dalam karya tafsirnya ini. Dengan memakai teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim artikel ini mengungkapkan bahwa praktik penafsiran kiai Misbah tersebut terjadi tidak terlepas dari budaya pesisir dan tradisi pesantren di mana ia hidup dan dibesarkan. Dan dalam sejarah dinamika tafsir Al-Qur’an di Nusantara, melalui tafsir al-Iklil kiai Misbah mengekspresikan dua hal utama dalam tradisi penafsiran: pertama, selain praktik memahami teks, tafsir juga memahami realitas kehidupan; dan kedua, tafsir sebagai arena praktik kritik dan kontestasi atas isu-isu sosial, ekonomi, politik, dan keagamaan yang terjadi di masyarakat. Kata Kunci: Al-Quran, tafsir, pegon, nusantara, pesantren

Item Type: Article
Subjects: 2x Islam > 2x1 Al Quran dan Ilmu Terkait
Divisions: Karya Dosen
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 06 Feb 2019 03:05
Last Modified: 06 Feb 2019 03:05
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2962

Actions (login required)

View Item View Item