KONSEP QAṬ‘Ī-ẒANNĪ DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DINAMIKA HUKUM ISLAM DI INDONESIA

Aziz, Abdul (2013) KONSEP QAṬ‘Ī-ẒANNĪ DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DINAMIKA HUKUM ISLAM DI INDONESIA. IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
Konsep.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Buku ini berkenaan dengan salah satu aspek dari metodologi hukum Islam (uṣūl al-fiqh) yang diperhadapkan dengan praktek hukum di masyarakat, yaitu mengenai qaṭ’ī-ẓannī dan dinamika hukum Islam di Indonesia. Pokok permasalahannya adalah bagaimana hubungan antara qaṭ’ī-ẓannī dengan dinamika hukum Islam di Indonesia. Qaṭ’ī-ẓannī mempunyai hubungan dengan dinamika hukum Islam di Indonesia. Hubungan itu terwujud dalam bentuk saling mempengaruhi antara keduanya. Qaṭ’ī-ẓannī yang mengidealkan terwujudnya hukum Islam menjadi dua kawasan (yaitu kawasan hukum qaṭ‘ī yang absolut, mutlak benar dan kawasan hukum yang ẓannī, relatif, elastis, dapat berubah-ubah sesuai dengan situasi dan perkembangan zaman) dapat mempengaruhi lajunya dinamika hukum Islam di Indonesia. Sebaliknya, dinamika hukum Islam di Indonesia – yang merupakan potret dari perkembangan tata hukum Islam yang terus menerus sesuai dengan situasi dan perkembangan zaman, juga dapat mempengaruhi idealisme qaṭ’ī-ẓannī. Hubungan timbal balik dalam bentuk saling mempengaruhi ini dapat dibuktikan misalnya dengan lahirnya pasal 182 dan 183 Kompilasi Hukum Islam di Indonesia tentang pembagian harta warisan bagi anak laki-laki dan anak perempuan. Dalam masalah kewarisan, qaṭ’ī-ẓannī mengidealkan bahwa anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari anak perempuan (formula 2:1 diklaim sebagai ketentuan yang qaṭ‘ī). Sebaliknya, praktek hukum sebagian masyarakat di Indonesia menghendaki bahwa anak laki-laki mendapat bagian yang sama dengan anak perempuan. Sebagai kompromi, terwujudlah kedua pasal tersebut (pasal 182 dan 183 Kompilasi Hukum Islam di Indonesia). Tampaknya, idealisme qaṭ’ī-ẓannī dalam masalah kewarisan yang terwujud dalam pasal 182 Kompilasi itu adalah menurut pemahaman qaṭ’ī-ẓannī yang konvensional. Sedangkan penerimaan terhadap praktek hukum waris sebagian masyarakat di Indonesia yang terwujud dalam pasal 183 Kompilasi itu adalah menurut pemahaman qaṭ’ī-ẓannī kelompok pembaharu (Munawir Sjadzali Cs.). Dengan demikian, qaṭ’ī-ẓannī dengan segala pemahamannya mempunyai implikasi terhadap dinamika hukum Islam di Indonesia.

Item Type: Book
Subjects: 2x Islam > 2x4 Fikih
Divisions: Karya Dosen
Depositing User: Unnamed user with email syihabumillamanan@gmail.com
Date Deposited: 24 Jan 2019 01:57
Last Modified: 24 Jan 2019 03:56
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2911

Actions (login required)

View Item View Item