MEKANISME PENYELESAIAN PEMBIAYAAN MURA>BAHAH BERMASALAH DI BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA DITINJAU DARI FATWA DSN-MUI NO. 47/48/49 DSN-MUI/II/2005

Suryani, Siti and MASRUKHIN, MASRUKHIN (2018) MEKANISME PENYELESAIAN PEMBIAYAAN MURA>BAHAH BERMASALAH DI BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA DITINJAU DARI FATWA DSN-MUI NO. 47/48/49 DSN-MUI/II/2005. skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
SITISURYANI.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

SITI SURYANI, NIM 142111120 “MEKANISME PENYELESAIAN PEMBIAYAAN MURA>BAHAH BERMASALAH DI BMT KUBE COLOMADU SEJAHTERA DI TINJAU DARI FATWA DSN-MUI NO. 47/48/49 DSN-MUI/II/2005” Pembiayaan mura>bahah pada dasarnya adalah transaksi jual beli barang dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Disetiap pembiyaan, baik itu pembiayaan murabahah tidak terhindar dari pembiayaan yang bermasalah, seperti yang dialami oleh BMT KUBE Colomadu Sejahtera. Salah satu dampaknya adalah tidak terlunasinya pembiayaan sebagian atau seluruhnya. Di BMT KUBE Colomadu Sejahtera terdapat banyak nasabah yang mengajukan pembiayaan mura>bahah yaitu dengan jumlah 739 nasabah, dan banyak nasabah yang mengalami pembiayaan bermasalah dengan jumlah 198 nasabah. Sehinngga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mekanisme penyelesaian pembiayaan mura>bahah bermasalah dan untuk mengetahui kesesuaian antara mekanisme penyelesaian pembiayaan mura>bahah bermasalah yang terjadi di BMT KUBE Colomadu Sejahtera terhadap fatwa DSN-MUI No. 47/48/49 DSN-MUI/II/2005. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa Penanganan dalam mengatasi pembiayaan mura>bahah bermasalah, yaitu Pertama dengan melakukan pendekatan-pendekatan baik personil, kekeluargaan maupun pihak ketiga yang bersangkutan dengan debitur. Kedua penagihan secara intensif (collection), Ketiga memberikan Surat Peringatan (SP) baik 1, 2, maupun 3 kepada nasabah. Keempat mengundang pihak debitur untuk datang ke kantor dengan maksud dilakukannya Penjadwalan Kembali (rescheduling) dan Penataan Kembali/ Pengulangan Akad Baru (restructuring). Kelima Lelangan Jaminan, Keenam Melalui Jalur Hukum Pengadilan Negeri. BMT KUBE Colomadu Sejahtera dalam melakukan mekanime penyelesaian pembiayaan mura>bahah bermasalah secara umum sudah baik dan tidak bertentangan dengan fatwa DSN-MUI karena dalam menangani pembiayaan bermasalah BMT KUBE Colomadu Sejahtera memberikan kelonggaaran waktu bagi pihak nasabah yang belum mampu membayar kewajibannya. Namun ada yang kurang sesuai seperti: Penyelesaian sengketanya dilakukan di Pengadilan Negeri, padahal dalam akad pembiayaan mura>bahah merupakan kegiatan di bidang ekonomi syariah, seharunya jalur hukum yang di pilih adalah Pengadilan Agama tempat wilayah dimana bank tersebut itu berada.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 18 Dec 2018 01:17
Last Modified: 18 Dec 2018 01:17
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2347

Actions (login required)

View Item View Item