TRANSAKSI JUAL BELI BARANG BEKAS DALAM TINJAUAN SADD AZ|-Z|ARI<’AH DI PASAR KLITHIKAN NOTOHARJO (SURAKARTA)

NUURIN, NAJAA and Mudofir, Mudofir (2018) TRANSAKSI JUAL BELI BARANG BEKAS DALAM TINJAUAN SADD AZ|-Z|ARI<’AH DI PASAR KLITHIKAN NOTOHARJO (SURAKARTA). skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
NUURIN NAJAA.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Nuurin Najaa, NIM : 142111022, “Transaksi Jual Beli Barang Bekas dalam Tinjauan Sadd Az|-z|ari<’ah Di Pasar Klithikan Notoharjo (Surakarta)” Praktik jual beli barang bekas di Pasar Klithikan Notoharjo, transaksi yang terjadi seperti transaksi jual beli pada umumnya. Namun terdapat beberapa penjual, yaitu pedagang oprokan yang tidak mengetahui kondisi dan kualitas dari barang tersebut. Ditemukannya pembeli yang merasa tidak puas dan kecewa setelah membeli barang bekas di Pasar Klithikan Notoharjo. Hal ini disebabkan karena pembeli baru menemukan kecacatan setelah barang tersebut dibeli. Padahal dalam jual beli Islam, penjual dan pembeli harus mengerti tentang status dan kondisi barang yang akan dijual atau dibelinya. Kalau ada cacat pada barang bekas tersebut hendaknya penjual memberitahu dan menjelaskan segala kecacatan dalam barang bekas tersebut, agar tidak terjadi perselisihan antar penjual dan pembeli. Apabila ditemukan kecacatan setelah terjadinya transaksi jual beli, pihak penjual tidak bertanggungjawab terhadap barang yang dibeli oleh konsumen. Hal tersebut mengandung ketidakjelasan/gharar yang dapat memunculkan beberapa mudharat yang tidak sebanding dengan manfaat yang dimunculkannya, serta adanya gharar dalam jual beli yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip jual beli dalam hukum Islam. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengetahui tinjauan sadd-az|z|ari<’ah pada transaksi Jual beli barang bekas di Pasar Klithikan Notoharjo (Surakarta). Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) di Pasar Klithikan Notoharjo. Dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Selanjutnya data dikumpulkan dan dianalisis dengan teknik analisis dengan menggunakan teori yang berkaitan dengan sadd-az|z|ari<’ah untuk selanjutnya ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa apabila pembeli menggalami mafsadah dari penjualan barang bekas seperti 9 pembeli barang bekas dipedagang oprokan, maka hukumnya adalah dilarang karena dapat merugikan pembeli, terutama bagi pembeli yang merupakan pendatang baru di pasar tersebut. Sedangkan apabila pembeli tidak mengalami mafsadah dari penjualan barang tersebut, seperti penjual berkata jujur, tidak menyembunykan cacat pada barang yang dijual dan terhindar dari unsur maysir dan gharar, maka jual beli barang bekas tersebut dibolehkan.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Law > 342 Constitutional and administrative law
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 18 Dec 2018 01:17
Last Modified: 18 Dec 2018 01:17
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2338

Actions (login required)

View Item View Item