AKAD JUAL BELI MAKANAN DI RUMAH MAKAN PADANG MURAH BOYOLALI DITINJAU DARI PENDAPAT IMAM SYAFI’I

PERMATASAR, BUNGA TERATAI SUCI and Surahman, Susilo (2018) AKAD JUAL BELI MAKANAN DI RUMAH MAKAN PADANG MURAH BOYOLALI DITINJAU DARI PENDAPAT IMAM SYAFI’I. skripsi thesis, IAIN SURAKARTA.

[img]
Preview
Text
Madfona Muhammad.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Bunga Teratai Suci Permatasari, NIM. 142111083; “Akad Jual Beli Makanan di Rumah Makan Padang Murah Boyolali Ditinjau Dari Pendapat Imam Syafi’i” Akad menurut pendapat Imam Syafi’i adalah segala sesuatu yang dikerjakan seseorang berdasarkan kehendaknya sendiri seperti wakaf, thalaq atau berdasarkan kehendak dua orang seperti jual beli, gadai dan lain sebagainya. Ini merupakan pengertian akad dalam arti luas. Sedangkan dalam arti sempit akad adalah perikatan yang ditetapkan dengan ijab qabul berdasarkan syari’at yang mempunyai dampak pada obyek akad. Jual beli dengan sistem mu’athah adalah jual beli yang hanya dengan penyerahan dan penerimaan tanpa dan ucapan atau ada ucapan tetapi dari satu pihak saja namun kemudian kalangan ahli fiqh memakainya untuk jual beli yang bersifat saling memberi secara khusus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan akad jual beli makanan di Rumah Makan Padang Murah Boyolali dan untuk mengetahui tinjauan Imam Syafi’i tentang pelaksanaan akad jual beli makanan di Rumah Makan Padang Murah Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif lapangan, maksud dari penelitian kualitatif lapangan yaitu penelitian apa yang dinyatakan oleh responden secara lisan dan perilaku nyata di lapangan. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer (secara langsung) hasil dari wawancara dengan para pihak yang terkait dengan sumber data sekunder (tidak langsung) berupa dokumen-dokumen, buku, catatan dan sebagainya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa di Rumah Makan Padang Murah Boyolali menggunakan sistem akad jual beli mu’athah artinya jual beli yang hanya dengan penyerahan tanpa ucapan. Dalam pelaksanaan transaksi ini sebetulnya boleh namun dalam Imam Syafi’i jual beli mu’athah itu tidak sah karena tidak kuat dalil dan menyebabkan akan terjadi kemudharatan.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 300 Ilmu Sosial > 340 Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah Muamalah
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 13 Dec 2018 01:48
Last Modified: 13 Dec 2018 01:48
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2125

Actions (login required)

View Item View Item