UPAH MENGAJAR MENURUT IMAM GHAZALI (Studi tentang Hadis Upah Mengajar dalam Ihyâ ‘Ulûmuddin)

Jannah, Iskarimatul and Mutaqin, Tsalis (2018) UPAH MENGAJAR MENURUT IMAM GHAZALI (Studi tentang Hadis Upah Mengajar dalam Ihyâ ‘Ulûmuddin). skripsi thesis, Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

[img]
Preview
Text
ISKARIMATUL JANNAH.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

ISKARIMATUL JANNAH, UPAH MENGAJAR MENURUT IMAM GHAZALI ( Studi tentang Hadis Upah Mengajar dalam Ihyâ „Ulûmuddin). Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Ahmad Imam Ghazali adalah seorang ulama tasawuf yang lebih dikenal dengan Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi, dilahirkan di Thus, sebuah kota yang sekarang berada di dekat kota Meshed, Iran, pada tahun 450 H/1058 M. Sejak muda ia memang sangat antusias dengan ilmu pengetahuan. Dalam pemikirannya tentang upah mengajar beliau berpendapat bahwa mengajar itu tidak boleh mengharapkan upah tetapi bertujuan mengikuti jejak Rasulullah. Tetapi dulu Imam Ghazali pernah menerima upah dalam mengajar. Didalam kitab Ihyâ „Ulumuddin terdapat dua hadis tentang larangan mengaharapkan upah dalam mengajar. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan pengalamannya dulu yang pernah menjadi guru. Kemudian bagaimana kualitas kedua hadis tersebut dan bagaimana pemahaman Imam Ghazali tentang upah dalam mengajar. Penelitian ini bersifat kepustakaan. Sumber primernya diambil dari kitab Ihyâ „Ulumuddin. Sementara itu, sumber sekundernya diambil dari berbagai kitab hadis Mu‟jam Mufahras, Tahdzibu Kamal, Kitab syarah hadis, Kitab-kitab Biografi perawi hadis, buku-buku, Jurnal dan tulisan lain yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian ini menggunakan teori Ilmu kritik sanad dan matan, sedangkan dalam mengemukakan hasil penelitian menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian yang terdapat dalam “Ihya „Ulumuddin” berbagai penilaian yang diberikan Imam Ghazali terhadap hadis Upah mengajar. Adapun Kualitas Perawi Hadis Upah Mengajar dalam kitab Ihyâ „Ulumuddin adalah pada matan pertama berkualitas shahih sedangkan pada matan kedua berkualitas Dla‟if. Imam Ghazali melarang menerima upah dalam mengajar padahal dulu Imam Ghazali pernah menjadi seorang guru yang motifnya semata-mata tidak karena Allah dipenuhi kemegahan duniwi dan menyatakan secara gamblang bahwa menerima upah dari Madrasah dan terdapat hadis yang melarang menerima upah dalam mengajar mengapa Imam Ghazali bersifat demikian, karena Imam ghazali menyusun kitab Ihyâ „Ulumuddin pada waktu mencari hakikat kebenaran sesudah menjabat sebagai mudarris. Kemudian setelah itu Imam Ghazali meletakkan jabatannya sebagai seorang mudarris dan menyadari motifnya semata-mata tidak karena Allah. Berkaitan dengan kedua hadis tersebut. Tidak menutup kemungkinan Imam Ghazali mengutip hadis tersebut setelah mengukuti jalur sufi dan mengikuti jalan kebenaran.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x1 Al Quran dan Ilmu Terkait
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Dakwah > Tafsir Hadist
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 10 Dec 2018 02:17
Last Modified: 10 Dec 2018 02:17
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/2016

Actions (login required)

View Item View Item