KONSEP ISLAM NUSANTARA DALAM BUKU ISLAM NUSANTARA DARI USHUL FIQH HINGGA PAHAM KEBANGSAAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

Ma’ruf, Al Karkhi and Drs., Abdullah Faishol, M. Hum (2017) KONSEP ISLAM NUSANTARA DALAM BUKU ISLAM NUSANTARA DARI USHUL FIQH HINGGA PAHAM KEBANGSAAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA. skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
PDF FULL TEXT.pdf

Download (454kB) | Preview

Abstract

Berbagai wacana tentang Islam Nusantara mungkin telah mengundang banyak perdebatan di berbagai kalangan umat Islam saat ini. Berbagai definisi maupun maksud sering terdengar belakangan ini. Sebagian ada yang menolak sebagian pula ada yang menerima. Seperti halnya dari pandangan yang menolak Islam Nusantara dianggap sebagai bermuatan primordial, anti Arab, bahkan dituduh sebagai strategi baru dari JIL (Jaringan Islam Liberal). Tujuan penelitian ini untuk mencari dan menjelaskan mengenai konsep Islam Nusantara Dalam Buku Islam Nusantara Dari Ushul Fiqh Hingga Paham Kebangsaan dan implikasinya terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode riset litere. Pengumpulan data menggunakan penelusuran literer. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis). Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Islam Nusantara menurut Abdurrahman Wahid ialah Islam Nusantara yang akomondatif terhadap budaya. Sedangkan menurut M. Amin Abdullah menghendaki adanya sikap pluralisme dan perlunya intergrasi dengan disiplin keilmuan lain. Dan Nurcholis Madjid menghendaki akhlak atas dasar iman sebagai dasar bersikap pluralisme. Dengan demikian Islam Nusantara yaitu ajaran Islam yang mampu diakomondasikan dengan kebutuhan lokal, serta adanya keterlibatan dengan keilmuan umum lainnya dalam memahami nas atau taks al-Qur’an dan hadis guna menghadapi perkemanagan zaman dan diiringi dengan akhlak yang berlandaskan keimanan. Adapun implikasinya terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Pertama. Abdurrahman Wahid mengenai pembentukan kurikulum yang di sesuaikan dengan kebutuhan lokal dan memuat budaya setempat. Kedua, M. Amin Abdullah mengenai kurikulum yang menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum, dan dibarengi dengan metode pembelajarn integral. Ketiga, Nurcholis Madjid menekankan pada pembentukan akhlak atas dasar iman. Dan menggunakan metode teladan yang baik (uswah haasanah) dan kisah qurani dan nabawi.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x0 Islam Umum
300 Ilmu Sosial > 370 Education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 14 Mar 2018 01:42
Last Modified: 14 Mar 2018 01:42
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/1526

Actions (login required)

View Item View Item