Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Nyadran di Blambangan, Gedangan, Cepogo, Boyolali Tahun 2017

Mukhlis, Mubarok and Drs., Abdullah Faishol, M. Hum (2017) Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Nyadran di Blambangan, Gedangan, Cepogo, Boyolali Tahun 2017. skripsi thesis, IAIN Surakarta.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI FULL TEKS.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Mukhlis Mubarok (133 111 021) Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Nyadran di Blambangan, Gedangan, Cepogo, Boyolali Tahun 2017. Skripsi: Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Surakarta. Pembimbing : Drs. Abd. Faishol. M.Hum. Kata kunci : Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Nyadran. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Setiap bangsa dan suku bangsa tentunya memiliki agama sebagai kepercayaan yang mempengaruhi manusia sebagai individu, juga sebagai pegangan hidup.Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai pulau yang dihuni oleh berbagai macam suku, budaya serta agamanya. Dalam perkembangan jaman yang semakin modern, upacara tradisional sebagai wahana budaya luhur bisa dikatakan masih memegang peranan penting bagi sebagian masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat. Upacara tradisional yang memiliki makna serta nilai–nilai pendidikan Islam didalamnya bagi sebagian tradisi–tradisi yang ada di Indonesia sampai sekarang masih dipatuhi dan dijalani oleh masyarakat tertentu. Salah satu tradisi yang melekat pada jiwa masyarakat Jawa adalah tradisiNyadran. tradisi Nyadran merupakan akulturasi budaya jawa-hindu dengan Islam. Sebagaimana diketahui sebelum agama Islam masuk Jawa, masyarakat sudah mempunyai suatu adat yang meluhurkan dan menghormati roh leluhurnya. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Nyadran di Blambangan, Gedangan, Cepogo, Boyolali Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Setting penelitian dilakukan di Dusun Blambangan, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. yang penelitiannya dimulai dari bulan Mei sampai dengan Juni 2017. Adapun subyek penelitiannya adalah salah satu Warga dusun Blambangan. dan informannya yaitu Kepala Desa Gedangan, Ketua RT Dusun Blambangan, dan Tokoh Agama Dusun Blambangan atau bapak Mudin. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Untuk analisis menggunakan teori analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa tradisi Nyadran adalah suatu proses mengirimkan doa kepada para leluhur yang sudah meninggal dunia. tradisi sudah menjadi tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka dan untuk waktu pelaksanaannya tanggal 15 Ruwah, Proses tradisi Nyadran yang pertama yaitu Besik Kubur atau membersihkan pemakaman, dilanjutkan dengan berdoa bersama, setelah itu inti dari Nyadran yaitu saling bertukar makanan yang mereka anggap sebagai sedekah, dan yang terakhir adalah Pambagyo Tamu atau penerimaan tamu dari luar daerah tersebut untuk saling bersilaturahim dan menikmati hidangan yang telah disediakan. Adapun tujuan dari Pambagyo Tamu adalah sebagai rasa syukur atas segala karunia, nikmat yang telah diberikan dan sebagai sarana menyambung tali persaudaraan antar sesama manusia. Kegiatan Pambagyo Tamuinilah yang menjadi ciri khas dari tradisi Nyadran di kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali.

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: 2x Islam > 2x0 Islam Umum
300 Ilmu Sosial > 370 Education
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Maha siswa
Date Deposited: 03 Jan 2018 02:40
Last Modified: 03 Jan 2018 02:40
URI: http://eprints.iain-surakarta.ac.id/id/eprint/1179

Actions (login required)

View Item View Item